UANG LELAKI

Saya mengetahui dan memahami adanya “uang lelaki” dari beberapa
sahabat saya, dan mereka meng-alokasi- kannya dari pendapatan yang
tidak diketahui oleh pasangannya.

Uang lelaki tidak disisihkan dari gaji bulanan yang telah “di-deklarasi- kan”
ke istri, karena pasti akan timbul banyak pertanyaan dan kecurigaan,
ujung2nya nanti akan berantem.

Uang lelaki dipergunakan untuk meng-entertain diri pribadi, dalam berbagai
aktifitas yang tidak perlu diketahui orang lain.
Sifatnya TOP SECRET & VERY CONFIDENTIAL.

Apakah Anda termasuk lelaki semacam ini?
Apakah kegiatan tsb. tidak boleh diketahui istri Anda?

———— —

Bila ada “UANG LELAKI”,
maka selayaknya juga ada “UANG PEREMPUAN”.

Bagaimana menurut Anda?
Mungkin Anda tidak setuju, dan mengatakan:
“Ya, tidak boleh dong ada uang perempuan!
Kan kita yang mencari uang & nafkah?”

Wah, berarti Anda egois dan
tidak memahami cita-cita KARTINI yang mengaungkan
persamaan, kesejajaran dan kesetaraan, antara Pria & Perempuan.

———— ——

Ok, bila Anda mengatakan, Anda yang mencari uang,
jadi boleh dong ada uang lelaki.

Nah sekarang, bila istri Anda yang mencari uang atau gajinya
lebih besar daripada Anda, berarti istri Anda boleh memiliki
“uang perempuan” dan Anda yang gajinya lebih kecil tidak
boleh punya “uang lelaki”.

Bagaimana?
Apakah Anda bisa menerima?

Jangan bengong gitu dong!!!

———— —-

Uang atau gaji atau rejeki yang Anda terima sebagai seorang
suami, atau yang diterima oleh istri Anda, adalah hak dan milik
keluarga secara utuh, apapun bentuknya dan darimanapun asalnya.

Anda sebagai seorang lelaki, atau istri Anda sebagai seorang
perempuan, tidak bisa dan tidak layak meng-klaim bahwa itu
adalah HAK YANG MENCARI NAFKAH semata.

Ingat:
REJEKI yang Anda peroleh berasal dari doa istri & anak-anak Anda.
Tuhan memberi rejeki tsb. bukan karena Anda,
melainkan karena keluarga Anda.

Anda harus cam-kan ini baik2 dalam benak, pikiran & perasaan Anda.

Tuhan tidak ingin rejeki yang diberikanNYA, dipergunakan untuk
keperluan yang tidak sesuai dengan jalan & perintahNYA.

Tuhan akan menambahkan lagi rejeki pada diri keluarga Anda,
seandainya rejeki yang terdahulu dipergunakan dan dimanfaatkan
demi keluarga dan sesama yang membutuhkannya, dan
bukan untuk dihambur-hamburkan tiada guna.

———— —-

Apakah “uang lelaki”, sama halnya dengan “Uang Preman”?

Apakah Anda adalah preman keluarga, yang memalak
rejeki keluarga dan uang makan serta masa depan anak-anak Anda?

Hanya Anda yang bisa menjawab itu,
tilik dan lihat hati nurani Anda.
Apakah Anda benar2 mencintai anak2 dan istri Anda?
Katakan sekali lagi, bahwa Anda mencintai mereka.

Bila memang cinta Anda tulus menurut kata2 Anda,
namun masih ada “uang lelaki” yang semestinya dipakai
untuk keperluan keluarga…

berarti …..

Cinta Anda palsu dan omongan Anda…….. ……… ……… ………
TUNG DESEM WARINGIN sering berkata: “TAHI KEBO”.

Maaf bila Anda tersinggung, berarti kalimat saya terasa dalam
hati Anda, dan saya hanya memiliki tujuan yang baik, karena
saya tidak kenal Anda dan apa yang Anda lakukan selama ini
sayapun tidak tahu.

Menyesal itu baik,
tapi berubah, itu yang diharapkan.

Semoga bermanfaat dan selamat menata masa depan bahagia
dan sejahtera bersama seluruh keluarga.

di kutip dari :
Freddy Pieloor